SEVEN LAYERS OSI
A.
ICMP
ICMP yang bisa juga disebut
dengan Internet Control Message Protocol yaitu berfungsi untuk memberikan pesan
kedala sebuah jaringan komputer itu sendiri ayang dimulai dari pengiriman pesan
error, pesan diterima, hubungan putus atau tidak ada koneksi. dan ICMP ini
sangat membantun karana dengan adanya ICMP ini maka jaringan akan mengetahui
respon yang terjadi saat koneksi terganggu pada saat jaringan berlangsung.
https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/pengertian-icmp
B.
POP3
POP3 yang biasa di sebut Post Office Protocol versi 3 adalah sebuah
protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bus surat dan
sering digunakan di dalam email Client yang kita miliki untuk mengambil dan
membaca email atau surat elektronik yang masuk.
https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/pengertian-pop3
C.
SMTP
SMTP atau Simple Mail Transfer Protocol adalah protocol
email lainnya yang bekerja untuk mengirim sebuah email. SMTP ini juga yang
digunakan untuk mengirimkan surat atau email ke dalam web server.
https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/pengertian-pop3
D.
FTP
FTP
sering disebut File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internetyang
berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan
berkas (file) computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.
https://www.mitrekasatata.com/apa-itu-ftp/
E.
ART
ARP (Address Resolution
Protocol) Protokol yang berfungsi memetakan IP address menjadi MAC
(Media Access Control) Address.ARP merupakan penghubung antara
datalink layer dan IP layer pada TCP/IP. Semua komunikasi yang berbasis
Ethernet menggunakan protokol ARP ini. Intinya setiap komputer atau device yang
akan berkomunikasi pasti akan melakukan transaksi atau tukar menukar informasi
terkait antara IP dan MAC Address.
https://www.mitrekasatata.com/apa-itu-art/
Penjelasan mengenai kelebihan
dan kekurangan Ipv4 dan Ipv6!
1. Ipv4 (Internet Protokol versi 4) :
Kelebihan :
-
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali
paket berukuran 576 byte.
-
Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut,
melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar
informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah
address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas
memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan :
- Panjang
alamat 32 bit (4bytes).
- Dikonfigurasi
secara manual atau DHCP IPv4.
- Dukungan
terhadap IPSec opsional.
- Fragmentasi
dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
2. Internet Protokol versi 6
Kelebihan :
- Format
header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4
(karena Memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan
menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
- Jumlah
alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar
sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan
alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk
keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak
perlu lagi digunakan.
- Infrastruktur
routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan
IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis
juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk
berbagai mode teknologi transmisi.
Kekurangan :
- Operasi
IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang
mendukungnya.
- Harus
ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan
IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.
--------------------
Tino Suratno
12180046
12.4A.07
BSI Salemba 22
Absen 03